Dinas Ketahanan Pangan Halteng Berikan Edukasi Penganekaragaman konsumsi Pangan

Emmctv.com- Penganekaragaman konsumsi Pangan berbasis B2SA merupakan salah satu intervensi dalam percepatan penurunan stunting. Upaya ini dapat dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitive. Intervensi  spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dan umumnya diberikan oleh sector kesehatan seperti asupan makanan, infeksi status gizi ibu, penyakit menular dan kesehatan lingkungan.

Intervensi sensitive merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada diluar persoalan kesehatan salah satunya dengan memberikan pengetahuan,wawasan dan fasilitas kepada masyarakat secara massif tentang manfaat pola konsumsi pangan B2SA .

Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan memberikan edukasi penganekaragaman konsumsi Pangan melalui beberapa kegiatan diantaranya bantuan Gerai Pangan B2SA, kios Pangan B2SA dan Teras B2SA di desa lokus stunting.

Pemanfaatan lahan pekarangan (Teras B2SA) merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemadirian pangan rumah tangga. Rumah pangan merupkan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarngan baik di pedesaan dan diperkotaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal.

Usaha pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga saat ini tersentuh oleh pemerintah merintis model Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Teras B2sa) yang difokuskan di wilayah pedesaan.

Dalam kegiatan rumah pangan tersebut dihadiri setiap hari oleh ibu-ibu hamil dan ibu menyusui dan anak balita untuk asupan makanan tambahan yang diberikan selama 60 hari.

Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi sumber daya pangan dan keragaman hayati yang besar, sehingga mempunyai peluang untuk mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan dan Keragaman sumberdaya yang dimiliki, membuat masing-masing daerah mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif dalam memproduksi bahan pangan tertentu.

Potensi sumber daya pangan tersebut tersedia secara merata di seluruh Indonesia termasuk di daerah yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi.

Sejalan dengan penguatan ketahanan pangan keluarga maka pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan stunting, maka Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Keputusan Bupati Halmahera Tengah Nomor 440/KEP/217/2023 Tentang Penetapan Desa Lokus Prioritas Penanganan Stunting di Kabupaten Halmahera Tengah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera tengah terus berupaya untuk menurunkan angka prevalensi Stunting di Kabupaten Halmahera Tengah. Salah satu program kegiatan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan yakni Ketahanan Pangan Tani Keluarga dan B2SA adalah kegiatan dengan tujuan menurunkan angka stunting didesa-desa yang memiliki lokus stunting yang tinggi tujuannya adalah mawujudkan amat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 dengan demikian masyarakat Kabupaten Halamahera Tengah terpenuhi asupan gizi dan turunnya balita stunting melalui ketahanan pangan keluarga B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).

Tujuan Kegiatan Ketahanan Tani Pangan Keluarga yaitu menyediakan sarana pertanian (Bibit dan Benih) dalam rangka mendukung terpenuhinya pangan keluarga yang berakam bergizi seimbang dan aman serta memepermudah  masyarakat (keluarga tani) dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan keluarga untuk mencegah keluarga dari stunting.

Adapun sasaran Kegiatan Ketahanan Tani Pangan Keluarga Kabupaten Halmahera Tengah adalah penyedian Sarana(bibit dan Benih) yang dilebih diarahkan kepada kelompok tani dalam upayah mendukung terpenuhinya kebutuhan pangan yang bergizi seimbang dan aman di desa-desa yang memiliki lokus stunting di Kabupaten Halmahera Tengah, dengan ruang Lingkup/batasan Kegiatan Ketahanan Tani Pangan Keluarga Pemeritah Kabupaten Halmahera Tengah adalah penyediaan bibit, benih dan sarana untuk kelompok tani.

Dalam metode Pelaksanaan Kegiatan Ketahanan Tani Pangan Keluarga Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, dilaksanakan oleh pihak ketiga (rekanan) dengan proses pelaksanaan sesuai dengan kaidah yang berlaku dan karangka acuan Kerja (KAK) yang telah dibuat sebelumnya dengan pagu anggaran fisik pada kegiatan Katahanan Tani Pangan Keluarga yaitu : Rp. 300.000.000.

Adapun dasar hukum dan anggaran Kegiatan Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Teras B2SA) Pada Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan tersebut berdasarkan Peraturan daerah kabupaten halmaherah tengah nomor 03 2007 tentang pokok pokok keuangan daerah, Peraturan bupati halmaherah tengah nomor 16 2008 tentang pementukan organisasi dan tata kerja lembaga tknis daerah kabupaten halmaherah tengah, Dokumen pelaksanaan angaran satuan kerja perangkap daerah ( DPA DATAR SKPD) dinas ketahananpangan kabupaten halmaherah tengah tahun anggaran 2023 serta SK Kepala Dinas Nomor: TU 501/ / DKP – HT/2023 Tentang Pengangkatan Staf Pelaksana Kegiatan Tahun Anggaran 2023.(ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *