Sukseskan Pemilu 2024, KPU Minahasa Tenggara Gelar Media Gathering

MINSEL-MITRA396 Dilihat

Mitra, emmctv.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), dengan mengandeng Ormas menggelar Media Gathering dalam rangka mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) di Tahun 2024, bertempat di D’Jtos Ratahan, Sabtu (23/12/2023).

Ketua KPU Mitra Otnie Tamod mengatakan bahwa kehadiran dari media massa yang didalamnya pers sangat memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024.

Dikatakan Otnie Tamod, pesta demokrasi bukan hanya tentang pemilihan pemimpin, tetapi juga tentang menyatukan rakyat dalam semangat persatuan, kegembiraan, dan kedamaian yang dicibtakan.

“Pastinya hal terpenting dimana Pesta Demokrasi Tahun 2024 dapat terlaksana dengan baik dan dengan riang gembira, semua pihak yang terlibat, baik kandidat maupun pendukungnya, diharapkan mampu mengendalikan diri dengan mengedepankan nilai persatuan kesatuan dan tetap dalam kegembiraan,” ujarnya.

Selain itu, hal menarik dalam kegiatan
Media gathering yang digelar KPU Mitra
dimanfaatkan para peserta untuk mengulik kwalitas para Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Politik yang bertarung pada pesta demokrasi 2024.

Diskusi menarik terjadi saat topik menyerempet pada proses kaderisasi Parpol yang dinilai gagal dan lebih mengutamakan untuk mengusung Caleg yang menonjol secara materialistik.

“Kecendrungan para Caleg saat ini adalah modal uang ketimbang ide dan gagasan. Dampaknya adalah para wakil rakyat yang duduk nanti, tidak lebih dari seorang penonton. Kerja mereka nanti datang kantor, duduk diam duit,” ujar Hj Kasim Mololonto.

Hal senada disampaikan Suratman perwakilan jurnalis yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dirinya mengatakan keberhasilan demokrasi yang diukur hanya berdasarkan kwantitas partisipasi pemilih. Sementara output substansi idealnya adalah melahirkan seorang legilator ataupun eksekutiv yang punya kompentensi mumpuni secara ide gagasan.

“Menjadi tantangan bersama bagaimana kemudian nantinya kwalitas Demokrasi jangan diukur lewat berapa banyak yang memilih, tetapi seberapa berkualitas Caleg yang terpilih nanti, setidaknya mereka yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalan amanah dan dapat dipercaya,” ujar Suratman.

(Alfian)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *