Diwarnai Isak Tangis, Momen Perpisahan Mahasiswa KKT 136 di Desa Ponosakan Belang

MINSEL-MITRA590 Dilihat

Mitra, emmctv.com – Suasana haru dan penuh makna menghiasi perpisahan para Mahasiswa Kulia Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 136 tahun ajaran 2023, yang selama tugas ditempatkan di Desa Ponosakan Belang, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Setelah 23 hari para mahasiswa KKT 136 berbaur dengan masyarakat kini tiba saatnya perpisahan, kegiatan perpisahan yang digelar Kantor Desa Ponosakan membuat adik-adik mahasiswa terlihat begitu sedih, terlebih saat prosesi pesan dan kesan para mahasiswa tak dapat membendung kesesihannya, isak tangis pun tak bisa dibendung.

Dikesempatan itu, Hukum Tua Ponosakan Belang Erwin Kandou menyampaikan, atas nama pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi yang sudah adik-adik mahasiswa lakukan.

“Terima kasih buat seluruh adik-adik mahasiswa atas karya bakti yang sudah ditinggalkan didesa, juga buat para perangkat desa dan BPD atas subangsi yang diberikan selama adik-adik mahasiawa berada di sini,” ucapnya.

Lanjut Ia katakan, dari awal kedatangan adik-adik mahasiswa saat ini menjadi proses finalisasi dengan diadakannya perpisahan.

“Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi awal dari sebuah perjalanan, dimana selama adik-adik berada di Ponosakan belang sudah ada orang tua angkat yang sudah menganggap adik-adik sebagai anak sendiri, jadi jika ada kesempatan silakan mampir,” ujar Erwin Kandou.

Selain itu, Veren Manarisip (Koordinator Posko KKT 136) dikesempatan itu mengatakan, terimah kasih buat Pemerintah Desa Ponosakan Belang, Hukum Tua, Aparat Desa, BPD serta Kakak-Kakak Karang Taruna yang sudah menerima kedatangan kami mahasiswa KKT 136.

“Terima kasih untuk semuanya karena sejak kami datang sambutannya sangat baik, kami diberikan tempat penginapan yang sangat nyaman, dimana tempat persiaratan tersebut sudah kami anggap sebagai rumah sendiri,” kata Veren.

Kepada Bapak/Ibu yang sudah kami anggap sebagai orang tua sendiri, terima kasih aras budi baiknya, kiranya kebaikan Bapak dan ibu akan dibalas Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami sangat bersyukur bisa berada di tempat ini, karena selain mendapat orang tua angkat kami juga banyak mendapat pengalaman dan nantinya akan banyak hal yang nanti akan kami cerita diluar sana antara lain kebaikan yang sudah kami terima,” ungkap Veren Manarisip.

(Alfian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *