Diminta Mabes Polri Tindak Tegas Biang Kerok Resahnya warga Desa Lanut Dengan Aktivitas PETI Oleh Ko Lukas Deden Suhendar

BOLTIM737 Dilihat

EMMCTV.Com >>|| BOLTIM Desa Lanut.Sabtu(30/9/23) -Warga Desa Lanut, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai beraksi atas aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Ratotobang yang diperkirakan seluas 16 hektare (Ha).yang Sudah merusak saluran pipa Air Minum warga desa Lanut,hal ini secara perlahan ada upaya mematikan kehidupan para warga desa Lanut secara berlahan,terlebih dengan Aksi brutal para kaki tangan Ko Lukas dengan menggunakan puluhan Alat berat jenis Exchavator menutup jalan masuk warga menuju perkebunan mereka dengan Membuat Galian Lubang menganga sampai warga tidak dapat melintasi jalan perkebunan untuk aktivitas mereka sebagai petani perkebunan.

Foto.Aksi protes Warga,menutup Jalan Warga desa Lanut menuju Lokasi PETI 16 Ha.Ratatobang.

Akibatnya ratusan warga Desa Lanut melakukan Blokade dengan melakukan Penutupan jalan sebagai bentuk kekesalan warga atas aktivitas pertambangan yang diduga tak mengindahkan lingkungan dan keselamatan masyarakat desa Lanut.

“Memang so pandang enteng ngoni no. So siksa masyarakat ja bekeng tu air kong ngoni mulai se gantung ulang tu pipa. Jalan kwa tu Ngoni ja ambe akang material eh bos-bos. Atau tu jalan ngoni so se maso pa ngoni pe SPKT,” cuit akun facebook Boby Yericho Bolang. Cuitan itu kemudian dibagikan kembali Jefry Wurara.

Cuitan Boby itu menandakan warga Lanut jengkel karena sebagian warga petani dan penambang yang menggantung kehidupan dari sumber air minum melalui pipa air tersebut merupakan kebutuhan primer masyarakat. Warga juga heran dan marah karena jalan mereka sebagai akses transportasimenuju perkebunan sudah menjadi tempat pengambilan material Emas.sedangkan untuk kontribusi kedesa Ko Lukas Deden melalui Konco konconya(Kaki tangan) Orang upahan Tak pernah memberikanya, dan merekapun tak punya Hati nurani sampai merusak pipa Air Bersih untuk kebutuhan masyarakat Lanut,
Sejumlah warga yang ditemui awak media berharap”Kapolri Jenderal “Listyo Sigit Purnomo,Turun tangan untuk menangani permasalahan ini.Sebab berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim untuk turun tangan menangani masalah ini terkesan Takut dan Pembiaran hanya Diam.

Warga tak ingin keadaan ini akan terjadi situasi seperti di Pohuwato, Gorontalo. Di Pohuwato, kantor pemerintah sempat diseruduk massa dan di bakar.
Apalagi sehari sebelumnya ada penambang yang tewas karena tertimbun longsor dan tak ada perhatian dari pemerintah dan terkesan di diamkan. Diduga Ada intervensi dari KO Lukas sebagai Cukong Pelaku PETI yang punya beckingan kuat dari para oknum Pejabat Negara

Pantauan Awak media aktivitas penambangan ini bisa menjadi letupan kemarahan masyarakat jika tidak ditangani dengan baik.
Warga setempat juga mempertanyakan keberadaan Ko Lukas alias Deden di lokasi tambang Emas 16 Ha lokasi ratatobang“Tanah ini seingat kami masih status Guo,dan bukan Hak milik dari KO Lukas Deden,Tanah seluas 16Ha adalah Hasil rekayasa pemalsuan Data dengan menerbitkan SKPT Tanah,dan sudah dibatalkan oleh Kepala desa Lanut pada Tahun 2019.”Ko Lukas yang Salah satu terduga pelaku Money Laundring(Pencucian Uang perpajakan) Bersama oknum pegawai pajak bernama Yulmanizar,Hal ini diminta Mabes Polri untuk menyelidiki Kaitan Pertambangan Ilegal,yang terkesan kebal Hukum.telah diketahui publik bahwa sengketa lahan 16 Ha belum ada putusan pengadilan yang inkra. Ko Lukas Deden dengan berani dan transparan melakukan aktivitas pertambangan ilegal dengan memporak porandakan perbukitan Lahan rata tobang untuk kepentingan pribadinya.

Aparat Boltim juga diminta Menseriusi Situasi dan kondisi yang terjadi sekarang ini,dan segera menangani hal ini pula,jangan terkesan hanya Diam sehingga Publik Tidak berasumsi ada Konspirasi dengan Pelaku PETI”Ko Lukas Deden Suhendar, termasuk kasus dugaan penggandaan KTP di Kantor Catatan sipil Bolaang Mongondow timur,yang diduga dipalsukan,turut dalam pembuatan penggandaan KTP warga moyongkota diduga dibantu oleh Adik Iparnya Sendiri bernama”Afriansa Embo warga moyongkota untuk mempermulus penguasaan Lahan milik orang Lain. Sehingga pemalsuan Dokumen untuk menguasai tanah masyarakat,yang masih dalam sengketa sampai sekarang berjalan lancar untuk beraktivitas, ujar salah satu warga.

Sayang sampai berita ini diturunkan, Ko Lukas belum memberikan keterangan. Terinformasi ia sedang di luar lokasi tambang.
sebelumnya saat dikonfirmasi terkait adanya aktivitas penambangan yang yang dikelolanya sampai ada yang meninggal dunia karena tertimbun material pada lokasinya, “Ko Lukas langsung memblokir nomor wartawan goldennews.

(opo)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *