Pencari Kerja dan Perusahaan Dipertemukan, Ike Masita Tunas Apresiasi Pelaksanaan Job Fair 2023

INFO2863 Dilihat

Sofifi,Emmctv- Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara (Malut) Drs. Samsudin A, Kadir M.SI, membuka langsung Sofifi Job Fair Maluku Utara 2023 di Halaman Mesjid Raya Sofifi. Kegiatan ini belangsung mulai 19-20 September 2023, job fair yang digelar oleh Pemprov Malut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menghadirkan ratusan perusahan penyedia lapangan kerja.

Sofifi Job Fair ini menjadi salah satu upaya dalam menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara khususnya. Sofifi Job Fair Malut 2023 menyediakan ribuan lowongan kerja bagi masyarakat dari ratusan perusahaan.

Pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara terus berupaya menekan angka pengangguran dan angka kemiskinan di daerah dengan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini dapat dilihat dari data BPS tahun 2023 perekonomian Maluku Utara tumbuh sebesar 17,74% tetap mengalami pertumbuhan yang tinggi meskipun mengalami deselerasi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 23,28 %.

Foto bersama pada Sofifi Job Fair Malut 2023. (Foto:olen)

Disamping itu angka pengangguran terbuka mengalami penurunan di tahun 2022 hingga mencapai 3,98% namun kembali meningkat di Agustus 2023 menjadi 4,6% atau 29 ribu jiwa.  Tingkat Partisipasi Angkatan kerja (TPAK) masyarakat Maluku Utara juga terus mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas serta jumlah Angkatan kerja.

Dalam momen tersebut, ketua SP KEP SPSI Hj. Ike Masita Tunas S. Sos M.SI kepada Emmc grup mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Provinsi Maluku Utara pada hari ini yaitu Pameran Bursa Kerja (Job Fair) dimana pencari kerja dapat bertemu langsung dengan pengguna tenaga kerja (perusahaan) dan mendapatkan informasi secara langsung  tentang lowongan kerja.

“Saya harap job fair tahun ini menjadi wadah masyarakat agar bebas memilih profesi dan mengakses peluang kerja sesuai minat, bakat, kreativitas, dan kesempatan,” tutur IMT.

Kegiatan Sofifi Job Fair Malut 2023. (Foto:ian)

IMT pun mendorong para tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki agar sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri dan Kerja (Dudika). Bahkan, menurutnya, penyiapan ini harus dilakukan sejak di bangku sekolah.

Ia menambahkan sinkronisasi antara kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja harus linier. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki akan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Maka teruslah membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja supaya link and match bisa kita bangun maksimal sehingga seluruh kebutuhan tenaga kerja bisa kita maksimalkan pemenuhannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ike mengatakan selain mempertemukan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja melalui job fair, upaya menurunkan TPT juga harus diiringi dengan mendukung para job creator, contohnya seperti start up.

“Jadi nanti lapangan pekerjaan akan terbuka lebih lebar dan beragam. Peluang warga Malut untuk mendapat pekerjaan yang sesuai lebih besar lagi,” ucap IMT. (nji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *