Dugaan Pemerasan dan Pengancaman, Oknum Guru SD Inpres 2 Airmadidi Berpotensi Dilaporkan ke Polisi

MINUT-BITUNG2910 Dilihat

Airmadidi, emmctv — Oknum guru Sekolah Dasar (SD) Inpres 2 Airmadidi,  Kabupaten Minahasa Utara Sulut, berinisial SS alias Selvi diduga melakukan upaya pemerasan terhadap salah satu keluarga korban laka lantas.  Korbannya adalah keluarga Mama Kevin.

Kejadiannya terjadi pada Maret 2023.  Ketika itu pria bernama Devis meminjam motor lewat putranya. Karena dalam keadaan mabuk, Devis meminta Kevin untuk membawa motor tersebut. Dalam perjalanan, motor kehabisan bahan bakar. Padahal saat itu sudah larut malam.

Kevin terpaksa mendorong motor. Ia berharap bisa mendapati depot atau tempat penjualan bensin di perjalanan. Sayangnya di ruas Jalan Bitung-Manado, tepatnya dari arah Tumaluntung ke Perum SBY, Kevin terserempet mobil dump truck yang diduga oleng.

Dalam perjalanan lelaki Kevin,mendorong motor tersebut berharap bisa mendapati depot penjualan Bensin.tepat diruas jalan Bitung Manado dari arah tumalantung ke arah perum SBY Lelaki Kevin mengalami Laka Lantas terserempet sebuah mobil Dump_truck yang diduga oleng. Kevin pun dilarikan ke rumah sakit.

Rupanya pemilik motor itu adalah oknum guru SS. Ia kemudian meminta orang tua Kevin untuk mengganti motor yang terserempet dump truck tersebut dengan motor baru.

Spontan saja Mama Kevin merasa keberatan. Ia tak menggubris apa yang dimintakan oleh oknum guru tersebut.

Orang tua Kevin tak tahu soal ganti rugi. Jika kemudian ada ganti rugi, orang tua Kevin beranggapan itu adalah tanggung jawab lelaki yang bernama “Buronoan”. Apalagi laka lantas tersebut sudah selesai d tangani pihak kepolisian. Juga sudah mendapatkan pelayanan dari Jasa Raharja. Pun kenderaan motor tersebut sudah di kembalikan pihak kepolisian kepada oknum guru SS.

Atas persoalan tersebut, kepala lingkungan Perum Agua Asri RW15″N Aminthia angkat bicara. “Ya benar saya sebagai pemerintah kepala lingkungan sudah memanggil yang bersangkutan agar persoalan ini bisa diselesaikan. Tapi niat baik saya tidak ditanggapi. Oknum guru in terkesan tidak mau berdamai. Sikapnya agak arogan, tak mau di atur,” kata kepala lingkungan.

Ia juga suda mencoba berkomunikasi melalui chating langsung melalui Group WA RW 15.  “Sayang ia tidak koorperatif. Sikapnya kurang terpuji. Oknum guru ini sudah keluar dari Group RW 15 yang saya buat sebagai alat komunikasi dalam lingkungan RW 15,”  ujar kepala lingkungan.

Karena sudah keluar dari grup, kepala lingkungan beranggapan bukan lagi bagian dari RW 15. “Kita cari solusi yang terbaik. Tugas pemerintah seperti itu,” katanya.**

©pewarta :OPO Lokong©

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *