Ini Jawaban Bupati James Sumendap, terkait Peryataan Anggota Dewan Royke Peleng

MINSEL-MITRA613 Dilihat

Mitra, emmctv.com – Peryataan Anggota Dewan Franksi Nasdem Royke Peleng, kepada Bupati Minahasa tenggara (Mitra) terkait beberapa poin yang harus diselesaikan, Bupati James Sumendap akhirnya Angkat bicara, Sabtu (5/8/2023).

Sebelumnya, saat Rapat Paripurna pada, Jumat (4/8/2023) Royke Peleng mengatakan diakhir masa kepemimpinan Bupati James Sumendap ada tiga poin yang harus diselesaikan. yaitu : Kebun Raya Megawati Sukarnoputri, Kembalikan Guru ASN ke Sekolah Swasta dan Bantuan yang dijanjikan untuk Gereja Gereja segera direalisasi.

Menanggapi hal itu Bupati James Sumendap menyampaikan, Terkait pernyataan Royke Peleng itu sangat keliru dan harus dikaji kembali.

James Sumendap menjelaskan, terkait kebun raya sejak dulu Pemerintah Kabupaten bekerjasama dengan pihak TNI dan Polri intens melakukan penertiban, bahkan sampi sekarang penertiban masih berlangsung.

Dikatakan Sumendap, Apakah Anggota Dewan Royke Peleng tidak tahu atau anda lupa, bahwa ada satu Anggota Fraksi Nasdem, yang juga pengurus kabupaten Minahasa Tenggara, orang yang masih menjalani hukuman di penjara yang sudah berkekuatan hukum tetap, masih diangkat menjabat sekertaris dewan pimpinan cabang kabupaten Mitra yaitu Deker Mamusung.

“Itu terjadi, karena Deker Mamusung telah melakukan pengrusakan di Kebun Raya Megawati Sukarnoputri, dan pengadilan memutuskan lewat tuntutan jaksa serta lewat proses penyidikan dan penyelidikan dari pihak kepolisian,” ucap Bupati James Sumendap.

Disini Bupati James Sumendap mengingatkan Pak Surya Palo dimana restorasimu, ada anggota fraksi dan pengurus partai juga yang sedang menjalani hukuman, disini kembali dirinya mengingatkan, tapi jangan – jangan pak Surya palo tidak mengetahui hal.

Terkait guru ASN yang ditarik dari sekolah Swasta James Sumendap mengatakan, hal itu merupakan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten dan itu ada surat edaran dari Mentri Pendidikan, menginstruksikan untuk menarik seluruh ASN dari Sekolah Swasta karena itu pembebanan APBD dan APBN.

“Berdasarkan keputusan tersebut, Saya sudah sampaikan kesekolah – sekolah, kususnya GMIM sudah disampaikan ke yayasan,” ujar Sumendap.

Lanjut Ia katakan, Akan direalisasikan sekolah unggulan GMIM, agar kedepan nanti kita ada sekolah yang berkualitas dan kemampuan yang mempuni, untuk sekolah swasta GMIM Pemerintah Mitra akan membantu.

Disisi lain, james Sumendap mempertanyakan dimana Gereja yang tidak Ia bantu, karena selama Ia menjabat sudah banyak Rumah Ibadah yang mendapatkan bantuan karena kebijakannya.

“Justru anggaran APBD Kabupaten Mitra yang memutuskan itu DPRD, dan termasuk didalamnya Pak Royke Peleng yang ikut memutuskan anggaran tersebut, Anggaran APBD Kabupaten Mitra ini sangat tertib. untuk bantuan gereja, itu harus berdasarkan proposal dan dicatat dalam APBD,” kata James Sumendap.

Lepas itu semua, Bupati James Sumendap mengingatkan Pak Royke Peleng untuk terus belajar, agar kedepan lebih bijak lagi dalam memberikan pernyataan.

Selain itu, Senada Politisi Partai PDI Perjuangan Semuel Montolalu, kepada sejumlah awak media menyampaikan, terkait Kebun Raya Megawati Sukarniputri, itu sejak lalu sering melakukan penertiban, bahkan sudah ada yang ditahan dan diproses sesuai hukum.

“Jadi terkait KR Megawati Sukerno Putri, pemerintah tidak tinggal diam, bahkan sudah berap yang menjadi korban dan ditahan pihak kepolisan,” ungkap Ketua Fraksi PDIP DPRD Mitra, Semuel Montolalu.

Ia menambahkan, terkait bantuan gereja kami yang dibagian Banggar sangat paham, dan semua bantuan rumah ibadah yang dijanjikan Pak Bupati sudah direalisasikan.

“Jika ada bantuan yang belum terealisasi berarti administrasinya yang tidak lengkap saat diminta, karena itu sangat penting, seperti SK Gereja, Sertifikat , surat hibah dan lainya, jika itu tidak lengkap maka bantuan belum bisa kucurkan,” ungkap Semuel.

Kalau terkait Guru ASN di sekolah swasta yang ditarik terutama yang di GMIM, itu sudah sesuai aturan. Karena lalu ada peraturan pemerintah dimana Guru – Guru yang ada di sekolah Swasta ditarik, namun ada pembicaraan Bupati dengan Ketua Sinode, nantinya akan direalisasikan Sekolah Unggulan GMIM di Mitra,” tukas Semuel Montolalu.

(Alfian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *