Mantap! Cap Tikus 1978 Rambah 27 Provinsi dan Sejumlah Negara

Jakarta, emmctv-Cap Tikus 1978 cepat merambah pasar nasional sejak diperkenalkan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. Minuman tradisional asal  Sulawesi Utara (Sulut) ini makin dikenal dan digemari banyak orang. Tak hanya di kawasan Indonesia Timur, Cap Tikus ternyata sudah merambah 27 provinsi.

“Ya hampir semua provinsi sudah ada. Sentuhan yang berbeda dan kemasannya yang unik membuat Cap Tikus 1978 bisa hadir di sejumlah daerah,” kata Luvlyluv, salah satu Brand Ambassador Cap Tikus 1978 kepada indobrita dan emmc grup di Kantor PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Jakarta, Kamis (27/7/2023).

Tak hanya soal desain, novasi juga dilakukan pada varian rasa. “Selain original, ada Cap Tikus Coffee dan varian lainnya,” ucap Lulu, sapaak akrab wanita cantik berpenampilan agak tomboy ini.

Luvlyluv atau Lulu bangga mempromosikan Cap Tikus 1978 (Foto: dok Lulu)

Dengan inovasi tersebut, Cap Tikus 1978 merambah banyak daerah dan  sejumlah negara.  Minuman ini juga makin dicari sejak PT Jobubu Jarum Minahasa melakukan Intial Public Offering (IPO) dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Paling keren menurut saya adalah Cap Tikus 1978 akan menjadi cinderamata untuk para duta besar negara-negara sahabat. Melalui para duta besar tersebut, kita berharap Cap Tikus menjangkau banyak negara,” ungkapnya.

Lulu menyampaikan kebanggaannya bisa menjadi Brand Ambassador Cap Tikus 1978.  Kata dia, Cap Tikus 1978 berkhasiat untuk kebugaran tubuh.” Badan fit, tidur lebih enak dan persahabatan atau pergaulan terasa makin lengkap dengan Cap Tikus. Khasiatnya baik asal minuman ini dikonsumsi secara wajar,”  ujarnya

Lulu juga bersemangat mempromosikan Cap Tikus 1978 karena dampaknya positif untuk kesejahteraan petani cap tikus. Diketahui PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk memberdayakan kurang lebih 30.000 petani cap tikus di Sulut.

“Misi PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk itu mulia, memberdayakan petani cap tikus dan meningkatkan taraf hidup mereka.  Kontribusi PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk  juga buat negara melalui bea cukai besar, puluhan miliar setiap tahun,” kata Lulu lagi. (*/alc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *