Tak Sesuai harapan TB Walikota kotamobagu Wakilkan Peresmian Pasar Senggol

KOTAMOBAGU874 Dilihat

EMMCTV.Com >|| KOTAMOBAGU Jumat(14/4/23)– Mewakili Wali kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara  sekertaris kota Sofyan Mokoginta resmi membuka bazar ramadhan bertempat di Eks RS Datu Binangkang.

Peresmian yang berlangsung dihalaman kuliner Asosiasi Mojago pukul 16;00 wita turut dihadiri sekertaris Kotamobagu Sofyan Mokoginta, Pantia pasar senggol, Asisten II serta jajaran SKPD kota Kotamobagu.

Pantauan media hingga ini berita dipublis lokasi pasar Senggol sepi dengan pedagang dan sebagain lokasi lapak pasar senggol masih gelap gulita.

Nampak keramaian justru hanya di pasar kuliner, pengunjung hanya menikmati ketersedian menu yang ada di pasar kuliner, sementara lokasi pasar senggol terlihat sepi seperti tak ada kegiatan pasar senggol sebagaimana tahun-tahun kemarin.

Situasi ini membuat pemuda kampung baru Ali Aduka angkat bicara, menurutnya ini dikarenakan ketidak transparan panitia Disperindag kotamobagu.

“Sedari awal pedagang sudah menaruh curiga bahwa lapak lokasi pasar senggol utama diduga sudah diperjual belikan, ininkarena saat mendaftar Disperindag kotamobagu hanya menyedorkan lapak yang paling belakang, sementara lapak yang didepan tidak dibuka pendaftarannya.”, Ucap Ali Aduka.

Lanjutnya wajar kalau saat ini sepi dengan pedagang, karena nomor lapak itu tidak diberikan kepada pedagang. Diduga nomor lapak A, B, C, D, itu sudah ditangan para calo.

“Wajar kalau sepi, karena nomor lapak ada di tangan calo, kalau nomor lapak tepat ada di tangan pedagang,, sejak dibangun kanopi pasti lokasi pasar senggol sudah ramai dengan pedagang”, kata Ali Aduka.

Dengan situasi seperti ini jelas sangat memalukan Wali kota, sangat tepat wali kota Ir Hj Tatong Bara tak hadir saat pembukaan.

“Wajar walikota tak hadir saat peresmian lokasi pasar senggol, sementara yang diresmikan justru hanya pedagang dari luar, Terinformasi pedagang lokal akan berjualan di emperan toko, karena waktu lebaran sudah dekat dan mereka tidak mendapat lapak, kalau pun ada warga lokal mendapat lapak di pasar senggol dengan harga 2-3 juta rupiah’, jelasnya.

■OpoLokong■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *