Dugaan Oknum-Oknum pejabat pemkot Kota-Kotamobagu Terlibat Konspirasi Pasar Senggol”Stres Berat.

KOTAMOBAGU1003 Dilihat

EMMCTV.Com >|| KOTAMOBAGU.Rabu (12/4/23)
Menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah bertepatan 2023 Masehi Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) melalui Disperindag-kop UKM terus memacu persiapan pembukaan Pasar senggol(bazar ramadhan)
Kegiatan pasar senggol sudah menjadi tradisi kearifan lokal di kota Kotamobagu.
Kegiatan pasar senggol ini tentu sangat menguntungkan bagi para pedagang lokal yang ada di Kotamobagu.
Namun jelang pembukaan pasar senggol, sejumlah pedagang lokal resah dengan ketidak pastian tempat yang akan mereka tempati untuk menjual dagangan mereka.

Fto.Situasi Transaksi dugaan jual beli Lapak di kantor dinas Perindagkop kota kotamobagu.

“Sejak dari kemarin sampai pagi ini hingga siang hari ini Rabu(12/4) “Kami sudah ada di kantor Disperindag kotakotamobagu, untuk menanyakan lapak dan lokasi mana buat kami pedagang lokal, tapi pak Kadis tak ada di tempat hingga kini diduga Bersembunyi karena ketakutan sudah tercium aroma permainan harga dengan para pedagang Luar yang sudah membayar lapak ditenda yang sudah disediakan.”, ucap Yusuf dan di iyakan pedangan lainnya. Pada rabu(12/4) di halaman kantor disperindag Kotamobagu.

Diduga Kadis-Perindagkop bersama panitia Pasar senggol Kotamobagu yang di bentuk oleh pemerintah juga bersama oknum oknum pejabat lintas dinas lainnya yang terlibat dugaan Konspirasi dengan pungutan Liar perlapak berfariasi dari angka Rp 300 000,Rp 350.000 Bahkan sampai di angka Rp 2.000 000 mengalami Stres berat dengan adanya tuntutan kepastian secara transparansif harga perlapak oleh pedagang Lokal.

Terpisah awak media mengkonfirmasikan kepada Asisten pemerintahan Kota kotamobagu (As1)”Ibu Rafika Bora menjawab terkait konfirmasi wartawan dalam hal kisruh dengan situasi ketidak adanya transparansi dari pemerintah kota kotamobagu atas insiden kisruh pedagang Lokal terkait pasar senggol diduga Emosional”[12/4 16:08] Ibu Asisten 1.Rafika bora PEMKOT;( Bagimana mominta tanggapan kong so muat lebe dulu tu brita? So ndak memenuhi kode etik jurnalis.5w+1H)
[12/4 16:09] IBu Asisten 2. RAFIKA PEMKOT: (Harusxnya konfirmasi dulu dengan obyek,baru bamuat,ini tabobale,bamuat dulu baru ba konfirmasi😟)
[12/4 16:09] Ibu Asisten 1. RAFIKA PEMKOT: Jadi so ndak guna ba konfirmasi akang.

Senada juga disampaikan oleh Pemuda Kampung Baru”Ali Aduka menjelaskan” pemerintah kota kotamobagu dalam hal ini Disperindagkop tidak bisa melakukan jual beli Lapak apalagi melakukan transaksi secara terang terangan di kantor pemerintah,karena negara dalam hal ini pemerintah tidak bole berbisnis dengan Rakyat menabrak regulasi undang undang yang berpotensi pidana.
Kami sebagai pemuda kampung baru menolak keras cara cara mafia yang mengesampingkan regulasi sesuai permen dan perwako” yang bole mengelolah pasar senggol adalah pihak ketiga dalam hal ini berupa “PT,Koperasi, swasta, dan atau membentuk panitia yang independen untuk pengelolaanya, jadi disperindagkop tidak bole turun langsung untuk melakukan transaksi jual beli lapak tegas”Aduka.
■Opo Lokong■

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *