Diduga Sutimin Tubuon Catut Nama Puskopat dengan Surat Sakti Perjanjian Kerja Pengolahan Tambang Emas di PETI Desa Lanut

LAKI Meminta Pangdam XIII/Merdeka Usut Kasus iNI

BOLTIM1086 Dilihat

Boltim, emmctv.com– Lokasi pertambangan emas di Desa Lanut yang selama ini diduga di Klaim milik LUKAS dan APRI EMBO di lokasi ratatobang Kecamata.b n Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus tumbuh subur dikarenakan dugaan adanya consep Surat perjanjian kerja antara pemodal usaha dengan puskopad menuai sorotan Masyarakat

Foto.Surat sakti perjanjian Kerja yang menjadi Dasar kuat dugaan melakukan Aktifitas PETI di lahan 16 Hektar ratatobang.

Terpantau Tim investigasi Media Dan LSM LAKI pada sabtu(8/4) Para cukong pelaku PETI semakin menggila mengeruk perbukitan bahkan bukit (Pegunungan)yg sebulan sebelumnya terlihat kini sudah berubah menjadi Lubang yang menganga berukutan 3 lipat Lapangan  sepak Bola Kaki.

Yang sangat memiriskan lagi Aktifitas Ilegal tersebut Diduga tak mengantongi ijin ataupun Rekomendasi dari KUD Nomontang.walaupun wilayahnya masuk dalam konsensi WIUP KUD Nomontang sebagai mana mestinya.
Santer terdengar lokasi 16 hektar Ratatobang diduga ikut di beckup oleh Puskopat Kartika merdeka.sehingganya para pendana investor pelaku PETI dilokasi 16 Hektar ratatobang tak merasa gentar sehingga sangat sulit tersentuh dengan hukum.

Fto.Sutimin bersama Kolega pendana PETI.

Upaya penghentian aktivitas PETI dilokasi sudah dilakukan, baik dari sorotan media, pemerhati lingkungan, ormas LAKI juga telah melaporkan ke Polda sulut,bahkan kepala Desa Lanut Alce Yulita Tuwo telah melayangkan surat kepada polres Boltim. Namun upaya tersebut tak bisa menghentikan aktivitas PETI di lokasi Ratatobang.

Sebagaimana data yang dirangkum, ada selembar Consep surat Pernyataan perjanjian kerja diduga dipakai oleh para cukong sebagai kekuatan mereka untuk dasar beraktifitas PETI Dimana menjelaskan, sebelum melakukan aktivitas pertambangan pihak kedua (investor) wajib menyetor untuk wilayah ijin dan koordinasi ke pihak pertama (Puskopat) dengan ketentuan.

1.– Untuk bak dengan kapasitas isi  100 s d 200 buscet PC 200 iuran sebesar Rp 25 juta.
2.– Untuk bak dengan kapasitas isi 200 s d 500 buscet PC 200 iuran sebesar Rp 50 juta.
3. — Untuk bak dengan kapasitas isi 500 s d 1000 buscet PC 200 iuran sebesar Rp 100 juta.

Ketua investigasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulawesi Utara (Sulut) Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI)  Tommy Maringka mengatakan saya menduga ada oknum PETI “Sutimin sengaja membawa-bawa nama pusat koperasi angkatan darat.dengan selembaran Kwitansi dengan menerima dana Ratusan juta rupiah.

“Didalam bukti kwitansi  tertera nama Puskopat menerima dana 100 juta dari pemodal IT alias Irfan yang diduga oknum pelaku PETI dilokasi 16 hektar Ratatobang, dan Lukas (pemilik lahan) menerima 50 juta. Anehnya, bukti kwitansi penerimaan dana sebesar 150 juta bermeterai ini ditandatangani oleh ST Alias Sutiman. Bukti kwitansi ada”, ujar Tommy Maringka.

Saya menduga oknum ST alias Sutimin ini memanfaatkan nama Puskopat dan mencatut nama anggota Puskopat.

“Saya meminta Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh segera mengusut oknum ST alias Sutimin yang diduga pembuat surat perjanjian kerjasama pengelolaan Tambang Emas dilahan 16 hektar dan penerima dana 150 juta”, pinta Tommy Maringka.

“Oknum-oknum yang diduga mencatut nama Poskopat agar diproses hukum. Atau benar Puskopat diduga ikut membeckup lokasi PETI 16 hektar Ratatobang.”, tutup “Tommy Maringka.

■OpoLokong/Tim■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *