Ikon Wisata Minahasa, Benteng Moraya sebagai Pusat Wisata Budaya dan Kuliner

Tondano, emmctv.com-Minahasa ternyata memiliki banyak lokasi wisata yang tak kalah menarik dari tempat lain di Indonesia. Salah satunya Benteng Moraya.

Berlokasi di dekat Kota Tondano, Benteng Moraya menjadi ikon wisata sejarah Minahasa dan Sulawesi Utara (Sulut). “Benteng Moraya menjadi saksi kegigihan masyarakat Minahasa mempertahankan tanah kelahirannya. Benteng Moraya juga menjadi pusat dari kekuatan pasukan orang Minahasa yang disebut Minawanua,” kata wartawan senior Sulut, Joppy Worek.

Demi memperkenalkan sejarah itulah, Pemkab Minahasa menurut Joppy membangun Benteng Moraya sebagai pengingat akan kegigihan orang Minahasa melawan penjajahan untuk mempertahankan tanah leluhurnya.“Benteng Moraya salah satu pusat wisata budaya yang wajib dikunjungi,”ucap Joppy lagi.

Ia mengapresiasi upaya Pemkab membangun kawasan ini dengan cukup megah. “Sebuah monumen dibangun sebagai ingatan akan nilai-nilai heroik dan patriotik. Pengunjung dapat membaca pesan-pesan yang memiliki sejarah luar biasa di benteng tersebut,” kata Joppy lagi.

Dengan melihat langsung Benteng Moraya, maka tak hanya kepahlawanan orang Tondano-Minahasa dalam mempertahankan tanah leluhurnya yang dapat dipahami,  namun juga bisa menikmati alam dan lingkungan serta bertamasya.

Di lokasi itu, pengunjung bisa berfoto ria dan naik ke menara berlantai empat. Sementara di depan dekat jalan raya, orang berkerumun dan berfoto ria di tagline Benteng Moraya sambil mengamati tonggak-tonggak besar dengan relief bergambar dan berkisah tentang sejarah perang Tondano.

“Minahasa memiliki warisan budaya yang baik dan sudah dikenal. Setiap kembali ke Sulut, saya dan keluarga selalu menyempatkan waktu berfoto di Benteng Moraya,” ungkap Oma Yeny asal Jakarta.

Sementara Jun Kaligis menilai Benteng Moraya satu-satunya obyek wisata yang dilengkapi dengan prasasti. Ada 12 tongggak yang dipancang di belakang tulisan Benteng Moraya.

“Setiap tonggak diukir dalam bentuk relief gambar dan informasi tentang sejarah perang Tondano yang pertama hingga perang Tondano keempat. Bangga torang ada obyek wisata yang sarat dengan sejarah,” Jun.

Pengusaha muda ini memperkirakan ratusan sampai ribuan pengunjungi  Benteng Moraya setiap akhir pekan. Ia optimistis jumlah itu akan terus bertambah karena Bupati Minahasa Roy Oktavianus Roring (ROR) dan Wakil Bupati Robby Dondokambey (RD) menjadikan Benteng Moraya sebagai kawasan wisata terpadu dan pusat kuliner.

“Bayangkan kalau di sana ada wahana bermain, fasilitas olahraga dan tempat mendapatkan berbagai macam souvenir. Lalu ada pula tempat kuliner dengan menu dari berbagai daerah. Benteng Moraya pasti akan sangat menarik,” ucapnya.(*/ges)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *