KADES LANUT “Alce Tuwo Tak Ada HimbauanTerkait PETI 16 Ha Harus Ditutup Desa Lanut Punya Pemerintah.

BOLTIM876 Dilihat

EMMCTV.Com >|| BOLTIM Kades Boltim Alce Tuwo: Saya telah Menyurati Polres Boltim Untuk menutup Lokasi 16 Hektar Tambang Emas yang tidak Berijin.

Sabtu(01/4/23)– Menyikapi maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI yang kian terbuka dan tak lagi memperdulikan lingkungan serta dampak limbah yang mengancam masyarakat membuat Kepala Desa Lanut “Alce Yulita Tuwo harus mengambil sikap tegas.
“Desa Lanut ini sudah tak karuan jadinya, lahan-lahan digarap dengan tidak beraturan tanpa memiliki ijin. Seenaknya saja mereka melakukan aktivitas pertambangan tanpa ijin dan tanpa memberitahukan ke pemerintah Desa”, ucap kepala Desa Lanut dengan geram.
Lanjutnya, para pemodal seenaknya datang di Desa Lanut dengan peralatan berat excavator mereka tanpa memberitahukan maksud dan tujuan. Mereka dengan enteng menuju lokasi dan menggarap lahan untuk dijadikan lokasi pertambangan. Begitu-pun kariyawan mereka kami tidak tahu dari mana asal mereka dan berapa banyak, itu karena mereka tidak melaporkan diri di Desa.

Fto.Gambar situasi Desa Lanut Tambang PETI 16 Ha kelompok Lukas Cs Yang telah diporak porandakan dengan puluhan Alat berat Excavator.

“Sedih melihat desa ini, gunung dan bukit hancur tak beraturan. Selain lingkungan yang rusak, nampak juga preman-preman yang dipekerjakan untuk menjaga lokasi mereka. Desa Lanut ini dianggap tak ada Pemerintahnya. Saya sedih melihat kondisi desa lanut ini, jika tak sekarang kapan lagi, saya meminta APH TUTUP semua aktivitas pertambangan emas tanpa ijin di Desa Lanut”, teganya.
Saya sudah menyurat secara resmi kepada Polres Boltim bahwa lokasi 16 hektar dan panorama yang tak berijin itu segera di TUTUP. Tambanya.
Ramai pemberitaan dan saya sempat membaca disalah satu media online bahwa lokasi 16 hektar adalah anugrah buat masyarakat Desa Lanut.
Masyarakat Desa Lanut yang mana,,? Anda anda kalau mau jadi pemerhati itu harus turun ke lokasi, bukan hanya di rumah KOPI dan comot sana comot sini informasinya tanpa melihat kondisi yang sebenarnya.
“Saya tegaskan lokasi 16 hektar itu ilegal. Saya meminta pihak kepolisian polres Boltim menutup lokasi tersebut. Dimana anugrah buat masyarakat desa Lanut,,? warga saya di desa Lanut saja jika mengambil sisa material dilokasi mereka itu diusir bahkan dikejar. Terus anda sebagai pemerhati dengan enteng menyampaikan warga desa Lanut sejahtera”, ucap kepala Desa Lanut.
Saya tak mau Desa Lanut jadi ajang tempat keributan dari preman-preman yang dipekerjakan dilokasi ilegal. Sudah cukup selama ini terjadi.
“Dengan surat yang telah saya sampaikan, saya meminta Polres Boltim segera melakukan penertiban dan mempolce line lokasi yang yang tak berijin pinta Kepala Desa Lanut “Alce Yulita Tuwo.

■OpoLokong■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *