LUKAS Cs Diduga Porak Porandakan Ekosistim Lingkungan Tambang Rakyat Lanut Dengan Puluhan Alat Berat Excavator

BOLTIM1074 Dilihat

EMMCTV.com.>|| BOLTIM Senin (27/3/23) – Aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Boltim Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus beraktivitas.
Aktivitas diduga PETI ini nampak telah menghancurkan lingkungan bahkan Ekosistim lainnya dan akan berdampak di Kehidupan warga Masyarakat sekitar dan kehidupan dan masa depan anak cucu.

Fto.Dugaan Kelompok LUKAS Dalam Aktifitas PETI Menghancurkan Ekosistim Hutan Lanut

Lokasi pertambangan yang diklaim milik LUKAS seluas 16 hektar tersebut diduga dikoordinir oleh adik ipar sendiri “Apri Embo dibantu koleganya, Sutimin Tubuon, pak Nuh Tubuon dan santy Aluwi(Mama Exa).
Terkesan aktifitas kelompok yang di Kepalai Oleh pelaku PETI ilegal”Lukas sangat Kebal Hukum diduga di beck-up Oknum Anggota, Olehnya Ormas LAKI Mendesak Polda Sulut Menutup PETI Di Desa Lanut 16 Ha.

Pantauan tim investigasi
media, Lokasi pertambangan emas Ratatobang terus beraktivitas dan mengeruk gunung yang mengandung material logam emas dengan menggunakan alat berat excavator.
Lokasi yang disebut Ratatobang tepatnya di Desa Lanut kabupaten Boltim ini menjadi pilihan bagi para pemodal. Pasalnya, lokasi tersebut sulit tersentuh oleh hukum.
Terbukti, Meski diduga tak mengantongi ijin pertambangan,dan Rekomendasi dari KUD Nomontang aktifitasnya tetap berjalan dalam setahun ini.
Diketahui juga Kontribusi untuk Desa Lanut Tak pernah Ada dan itupun diduga tidak pernah diperdulikan Oleh para kelompok PETI yang di Sponsori Oleh LUKAS dan Koleganya.

Kepala desa Lanut Kepada Awak media sabtu(25/3)”Alce Tuwo meminta agar pihak media juga turut serta membantu pemerintah desa agar Aktifitas PETI 16 Ha yang sudah banyak menuai permasalahan di areal lokasi baik dalam pemberitaan beberapa media Online juga secara langsung di lokasi sering terjadi sehingga membuat keresahan, melalui pesan Whatshapnya saat dikonfirmasi adanya kegiatan PETI yang terus menerus beraktifitas, menyampaikan” Ia Benar,Sejak saya menjabat sebagai kepala Desa Aktifitas mereka sudah ada,dan sangat disayangkan mereka tidak pernah memperdulikan lingkungan juga tak ada kontribusi untuk desa.
“Dorang (Mereka)so musti kase brenti Kalu boleh sangadi minta bantu awasi akang ne, kalu bagimana bagimana nanti sangadi yg turut ikut kase brenti pa dorang itu,Dari dorang lagi NDA ada kontribusi di desa Begitu juga pipa Aer minum untuk Desa mereka Rusaki sehingga masyarakat desa Lanut terganggu Untuk fasilitas Aer bersih”Jelas Sangadi(Kepala Desa).

Wakil ketua DPD Sulut Ormas LAKI (Lembaga Anti Korupsi Indoneaia)”Tomi Maringka Kepada Awak Media Golden News Menegaskan
“saya optimis dan meyakini, di kepemimpinan Kapolda Sulut Drs Itjen Pol Setyo Budiyanto lokasi pertambangan emas Ratatobang Lanut 16 Ha akan ditutup dan oknum pelaku PETI yang mengklaim bahwa itu adalah Lahanya(LUKAS Cs) dapat diproses secara hukum”Tegas Tommy Maringka.

■Opo/Tim Investigasi■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *