Tanggulangi bencana akibat cuaca ekstrem BPBD Sangihe siaga 1×24 jam

SULAWESI601 Dilihat

Sangihe emmctv.com-Terkait dengan cuaca ekstrem yang terjadi di kabupaten kepulauan Sangihe beberapa hari ini yang di mulai dengan hujan lebat dan angin kencang sehingga mengakibatkan tanah longsor,dan juga gelombang pasang membuat kabupaten kepulauan Sangihe porak-poranda dan mengakibatkan terputusnya transportasi darat maupun laut.

Peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang yang mengakibatkan terputusnya transportasi darat itu terjadi di beberapa titik, dan salah satu titik tanah longsor adalah di kecamatan manganitu kampung barangka di jalan yang menuju ke kampung bakalaeng yang tertimbun tanah longsor dan sudah di laksanakan pembersihan material sehingga transportasi darat dari dan menuju ke desa bakalaeng sudah bisa di lalui.

Begitu juga dengan gelombang pasang yang memporak-porandakan rumah masyarakat yang bermukim di pinggir pantai, dan sampai berita ini di turunkan melalui kepala badan penanggulangan bencana daerah BPBD kabupaten kepulauan Sangihe wandu c.c.labesi ketika di temui media ini di ruang kerjanya pada Kamis 12/01/2023 menyampaikan sudah ada beberapa kecamatan yang mengalami kerusakan akibat gelombang pasang.

Bencana akibat gelombang pasang sampai hari ini sudah ada tiga kecamatan yang menyampaikan laporan,yaitu kecamatan tahuna khususnya kelurahan Santiago, kecamatan tahuna timur kelurahan Tidore dan kecamatan kendahe di mana sudah ada puluhan rumah yang rusak parah dan khusus kelurahan Santiago sudah kurang lebih 18 kepala keluarga yang di ungsikan.Untuk menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi badan penanggulangan bencana daerah BPBD kabupaten kepulauan Sangihe selalu selalu siaga 1x 24 jam dan semua staf BPBD tetap berada di lapangan.

Labesi,juga berharap kerja sama yang baik kepada teman-teman camat kalau di wilayah kerjanya ada kerusakan akibat bencana alam di harapkan secepatnya dapat melaporkan sehingga dari laporan tersebut BPBD akan menetapkan kondisi tanggap darurat.dan dengan kondisi yang terjadi di harapkan bagi warga masyarakat tetap waspada untuk beraktivitas.

Bagi masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan,tepian sungai,harus mencermati kondisi yang ada dan evakuasi mandiri itu yang sangat penting sehingga meminimalisir korban jiwa ketika terjadi bencana masyarakat dengan kesadaran sendiri melakukan evakuasi,tambah labesi.(Ein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *