Arzene Cs Sorot Dugaan Kejanggalan Pembangunan Lanjutan RSUD Manado

MANADO755 Dilihat

MANADO, EMMC TV-Kalangan aktivis menyorot pembangunan lanjutan RSUD Manado. Sorotan itu muncul karena mereka menemukan dugaan kejanggalan proyek berbanderol Rp44 miliar tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sendiri sudah melakukan soft opening terhadap rumah sakit yang berlokasi di Jalan 17 Agustus , Teling Atas, Kecamatan Wanea tersebut, Senin (14/11/2022).

“Kami sering melintas dan kemudian turun melakukan investigasi saat pembangunan RSUD Manado. Makanya kami tahu banyak kejanggalan pada pekerjaan pembangunan lanjutan RSUD Manado,” ujar Kaer Hakate, salah satu aktivis LSM kepada wartawan di Manado, Selasa (15/11/2022).
Lantas apa saja kejanggalan pembanguna lanjutan RSUD Manado, lantai 4-7 tersebut? Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak), Arzene Tawil mengurai secara rinci.

Shop drawing RSUD Manado (Foto: ist)

“Pekerjaan dinding partosi RAP GRC 4 mili, tapi yang digunakan gipsum 9 mili. Kemudian rangka holo seharusnya 4 x 4, temuan di lapangan yang terpasang 3 x 3 dan 3 x 1.5,” ujar Arzene.

Kejanggalan selanjutnya menurut aktivis vokal ini adalah pembuatan reling tangga yang semestinya stenlis, namun yang dipakai pipa giv. “Lalu ipal sudah tercantum merk, padahal sampai saat ini belum ada,“ Arzene menegaskan.

Papan proyek saat pengerjaan lalu (Foto: ist)

Aktivis vokal ini juga mendapati pekerjaan MC 1 yang terpasang di lapangan berbeda dengan apa yang ada di RAB. “Pekerjaan itu harus berpatokan pada RAB, jangan menyimpang,” ucapnya.
Arzene pun mempertanyakan integritas dan kejujuran pelaksana proyek bersama pihak PPK dalam proses pencairan. “Kami memproleh data lalu kalau CCO belum ada, tapi sudah dilakukan pencairan kedua dan ketiga. Kemudian bobot pekerjaan baru sekitar 40 % lalu, tapi sudah dibuat termin 75 %,” ungkapnya.

Material yang digunakan ikut disorot kalangan aktivis (Foto: ist)

Arzene juga menyayangkan sikap pelaksana proyek yang terkesan tidak memerhatikan keselamatan pekerja. “Pekerja tidak menggunakan helm. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan mereka,” ucapnya.

Ia meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan penyidikan atas kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada pekerjaan proyek berbanderol Rp44 miliar tersebut. “Negara dan masyarakat yang dirugikan dengan pekerjaan seperti itu, kami minta APH turun tangan,” kata Arzene yang dibenarkan Rino dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulut.

Diketahui pembangunan lanjutan RSUD Manado dikerjakan PT Peduli Bangsa. Selama pekerjaan, Arzene dan kawan-kawan ikut melakukan pengawasan. “Ini bentuk partisipasi kami dalam pembangunan,” ujar Arzene lagi.

Jepretan lain yang diperlihatkan, termasuk keselamatan pekerja (Foto: ist)

Noval selaku project manager RSUD Manado saat dikonfirmasi indorbrita dan emmc group (grup emmc tv) memberikan klarifikasinya. “Makasih infonya. Untuk semua perubahan yang terjadi karena kondisi di lapangan, sudah kami cantumkan dalam CCO dan adendum kontrak. Untuk K3 selalu kami siapkan,” cuit Noval melalui layanan pesan whatsapp.

Noval mengaku sudah beberapa kali menjelaskan/konfirmasi ke pihak LSM tentang hal yang sama selalu diangkat. “Begitu kira-kira pak,” tulisnya.

Sayang dinas terkait sampai berita ini diturunkan tak mau memberikan penjelasan. Steeve Untu selaku PPK pembangunan RSUD Manado sempat membaca pesan dan permintaan konfirmasi terkait permasalahan ini. Namun, ia tak memberikan tanggapan apa-apa. (*/tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *